Ku Memohon Kepadamu Dik

19 05 2009

Ku Memohon Kepadamu Dik

Kumenangis pada saat mendengar ibu meneteskan airmata, yang jarang sekali aku lihat, terakhir aku melihat dia menangis saat berbincang denganku waktu aku bertingkah, dan membuat dia merasa kecewa akan tingkah yang aku lakukan, aku pun meneteskan airmata yang aku sendiri tidak tahu kenapa saat ibu berbicara tentangku, airmata ini mengucur deras bagaikan air sungai yang mengalir dari pegunungan tertinggi menuju kelaut tuk memecah ombak-ombak, begitu pula diriku serasa pecah bagaikan ombak yang terombang ambing saat ibu menangis di hadapan ku, aku bingung apa yang harus aku lakukan kepadanya, haruskah ku memeluknya, haruskah ku mecium kakinya, tapi aku yakin bukan itu yang ibu minta dariku, mungkin yang dia minta ialah kebaikan yang ada didalam diriku dia pasti inginkan aku tuk merubah sikapku, merubah tingkah lakuku, tingkahlaku yang sebenaranya tidak pantas untuk diriku karena aku anak ibu, maafkan anakmu ini Bu…. Dan semoga ibu jangan meneteskan airmata kembali karena tingkah laku kami.
Tapi kenapa…….., saat ku mencoba tuk selalu merubah diriku yang penuh debu ini aku mendengar ibu telah meneteskan airmata lagi, air mata kekecewaan terhadap anak-anaknya yang dia sayangi, si bontot, adiku yang mampu membuat ibu meneteskan airmata kembali, saatku mendenga dengar itu yang kurasakn pecah berkeping-hatiku ini remuk tubuh ini lemas, airmata pun tak dapat terbendung kembali, kenapa? Kenapa kau lakukan itu dik? Ibu menyayangimu, kami menyayangimu!!!!!!!! Janganlah kau jawab saat ibu memberikan petuah kepadamu, dengarkanlah masukanlah kedalam hatimu, resapilah kedalam perasaaanmu,jangan kau agungkan egomu, Aku yakin dik apa yang dia katakana padamu itu semua baik untukmu, apa yan ibu lakukan kepadamu karena dia sangat sayang kepadamu, sangat sayang kepada kita. Kumemohon kepadamu dik janganlah kau buat ibu kembali meneteskan airmata karena kamu, karena kita semua. Perlu kamu tau dik, saat aku,mba, mendengar, ibu menangis apa yang kami rasakan, sakit, sakit yang menusuk hati & tubuh ini. Kami tak mampu dik, menahan rasa sakit itu hinggga kami pun meneteskan airmata dik, airmata sedih kenapa ini harus terjadi lagi kepada ibu, ibu yang selalu menyayangi kita. Ibu yang telah membimbing kita hingga sekarang, ingatlah dia akan selalu menuntun kita tuk mencapai apa yang kita inginkan karena di selalu mencintai kita, jadikan ini yang terakhir ibu meneteskan airmatanya karena tingkah laku kita dik. Aku memohon kepadamu dik, janganlah buat ibu menangis lagi, pelukalah ibu, sayangilah ibu, dengarkanlah ibu. Buatlah ibu bangga dan selalu tersenyum padamu. Pastilah kami, aku, akan selalu menyayangimu……….

>NaTa ThE Co2<


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: