Mimpi-Mimpi Sang Pemimpi

21 05 2009

cahya pencipta

Tersenyum aku saat melihat bocah kecil yang sedang bermain didepan rumahku, dia sedang memainkan satu kotak kardus yang diberi empat buah roda yang terbuat dari potongan sandal japit. Iapun menggerakan kotak tersebut maju mundur seolah-olah kotak tersebut mampu menggambarkan sebuah mobil mewah yang penuh kenyamanan didalamnya, kegembiraan pun semakin menjadi ketika datang seorang sahabat dengan membawa satu kotak yang sama dan mereka mulai terlarut oleh kegembiraan tersebut. Setelah bermain sekian lama dengan kotak kardus itu rasa jenuhpun datang pula, mereka berdua mulali lelah dengan kardus berroda sandal japit itu, langsung mereka memimikirkan suatu untuk membuat mereka merasa ceria kembali, ditinggalah kedua kardus itu dihalaman rumahku, mereka pun mulai berjalan meninggalkan halaman rumahku, ku ikuti dua bocah ceria itu kemana merka akan pergi kali ini, kemanakah mereka akan mencari kecerian yang mereka miliki, yang sempat hilang entah keman karena datang satu rasa kebosanan kedalam hati kedua bocah tersebut.
Akupun berjalan terus mengikuti kedua bocah tersebut, dan yang kudapatkan ternyata mereka berlari kehutan dengan membawa sepercik senyuman yang indah, yah rumahku memang tidak jauh dari keindahan alam hanya beberap menit saja kita berjalan menuju kearah atas dari rumahku sudahlah sampai ke hutan belantara, kedua bocah itu langsung lari saling kejar tak kenal lelah, sampai mungkin terasa nyaman apabila mereka merebahkan tubuhnya diatasnya, mereka menemukan sebuah batu besar yang pipih dan memiliki bidang yang miring, maka sangatlah nyaman bila didalam hutan ada tempat untuk sekedar melepas lelah yang nyaman seperti itu. Taklama kedua bocah itupun merbahkan tubuhnya diatas batu itu sambil berbincang suatu hal, mereka pun asik berbincang salah satu dari merekapun berkata, sahabat mau jadai apakah bila nanti kita kalu sudah tumbuh besar dan dewasa? Sahabatpun menjawab, aku ingin menjadi seorang dokter, karena dokter mampu menyambuhkan penyakit yang hinggap ditubuh orang, kalau kamu, mau jadi apa? Ia membalikan pertanyaanya kepada anak yang satunya itu, diapun menjawab, hem kalo aku mau menjadi insinyur yang hebat mampu membangun gedung-gedung bertingkat seperti gedung-gedung di kota besar. Merekapun terus berbincang tentang khayalan-khayalan yang akan dilakukan kelak bila meraka sudah besar dan merasa dewasa.
Aku terus setia melihat tingkah mereka, sungguh indah bila melihat meraka berdua, dua orang bersahabat yang tengah bermimpi akan kehidupanya kelak. dihutan itu, dibatu pipih itu mereka bermimpi untuk dapatkan apa yang mereka inginkan kelak kalau sudah menjadi orang yang dewasa, tak tersa haripun sudah menjelang sore matahari mulai sedikit-demisedikit bersembunyi dan tak memancarkan sinar cakrawalanya, kedua anak itu pun tersadar kalo waktu sudah tak mengijinkan lagi tuk berangan-angan lebih lama lagi, merekapun beranjak pulang kerumah masing-masing, ditengah perjalanan sebelum mereka berpisah merekapun masih sempat berbincang sedikit tentang mereka , mereka berbincang,sampai mereka berikar dan mengatakn, sobat mari kita kejar mimpi-mimpi kita sampai kita mampu mendapatkan mimpi-mimpi itu. Mimpi-mimpi yang kita impikan di batu pipih dan miring yang ada dihutan itu. Ikrarpun selesai merekapun berpisah dijalan menuju rumah masing-masing.mereka pulang membawa seprcik mimpi, sepercik harapan untuk perjalanan panjang dalam kehidupanya nanti.
Malampun tiba waktu pun semakin larut aku mulai merasa lelah, lelah akan hariku yang mampu tersenyum melihat sebuah harapan dari kedua bocah kecil selama siang tadi, inginku rasakan hari-hari seperti ini terus, hari-hari yang penuh harapan hari-hari yang penuh impian indah akan kehidupan. Sayup mataku tak tertahankan matapun terpejam dan berharap mampu bermimpi, dan terbangun saat kecerian mentari menyinari isi jagad raya ini dan bertemu dengan sahabatku, saudaraku, untuk kembali mengingat ikrar kita dahulu, untuk dapat mengejar mimpi-mimpi yang kita impikan.
“ sahabatku, saudaraku, teruslah berjuang mari kita kejar mimpi-mimpi kita, mimpi-mimpi yang pernah kita dambakan bersama, janganlah kita menyerah, janganlah kita takut akan aral dan rintangan yang menghadang, terus berjuang “ hiks ” ok…. insya Alloh aku kan selalu menjadi sahabat, dan saudarmu, yang kan selalu berjuang akan mimpi-mimpi kita.” sobat kapan-kapan aku main lagi ke semarang……..

Yang Bermimpi : >NaTa ThE Co2<


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: