Dari Rumah Sampai Ke Jalan Raya

6 06 2009

Terlihat grombolan anak kecil sedang bermain dengan asik di halaman rumah itu, mereka berlari kesana kemari tanpa lelah, kejar mengejar antara anak satu dengan anak yang lainya dan dengan canda tawa mereka telah mampu memecah kesunyian yang ada di rumah besar itu, tak terasa terik matahari telah membuat mereka berkeringat sehingga tubuh mereka kini telah basah dan lengket karena keringat, rasa lelahpun kini telah melanda mereka, gerombolan anak itupun segera bergegas masuk kerumah untuk menhilangkan rasa lelah yang melanda mereka. Seorang dari mereka menyalakan sebuah pendingin ruangan untuk menyegarkan kembali tubuh mereka, dan satu anak lagi mengambil sebuah minuman dari sebuah alamari pendingin yang ada di rumah itu, kali ini mereka merasakan kembalinya kesegaran dalam diri mereka, tak lama waktu istirahat mereka kini menyalakan sebuah televisi yang ada di satu ruangan khusus dan juga menhidupkan sebuah PS, setelah merasa lelah bermain di halaman rumah kini mereka ingin bermain sebuah game yang tak perlu berpanas-panasan untuk memainkan nya. Sebuah kegembiran kembali di dapatkan oleh mereka. senyuman, kadang tawa pun terlepas dari bibir-bibir kecil mereka, begitulah anak-anak kegembiraanlah yang mereka butuhkan untuk mengisi hari-harinya.

Di suatu sisi terlihat seorang anak kecil menaiki sebuah bus dia membawa beberapa tutup botol yang dipasang di permukaan kayu yang bentuknya memanjang, dia menggunkan tutup botol untuk menciptakan sebuah nada agar dapat mengiringi sebuah lagu, vocal kini keluar, nyanyian merdu mendayu-ndayu orang yang sedang duduk di sekitar anak itupun terbuai akan nyanyian yang keluar dari mulut mungil anka itu,senyum dari orang-orang kini semakin melebar itu semua di karena mereka telah terbuai oleh suara merdu yang di hasilakan oleh anak itu. Satu lagu telah di lantunkan dengan rasa lega dia kini berpamit pada orang yang ada di sekeliling nya, dibukanya topi yang ia kenakan, dan kemudian dia menyodorkan topi itu ke orang-orang yang sedang duduk yaman di sekeliling nya, satu demi satu koin masuk kedalam lubang yang ada di topi itu dari bangku depan sampai bangku belakang kini telah ia lewati, hingga sampailah bus berhenti akibat lampu merah yang berada di persimpangan jalan menyala merah, anak itupun turun keluar setelah beberapa menit berada diatas bus yang nyaman itu, di lampu merah itu di bertemu dengan sahabatnya yang sedang mencari sedikit koin-koin kecil dari orang-orang yang berhenti di depan lampu merah persimpangan jalan itu, kini kedua anak itu mulai saling membantu, mereka berjalan menuju tengah jalan saat lampu merah menyala, tak sedikitpun rasa takut ada pada diri mereka, mereka terus mengulurkan tangannya kearah kendaraan yang melintasi jalan itu, meski terik berada diatas kepala, dan keringatpun telah memandikan tubuh mereka berdua, tapi tak ada kata lelah yang hinggap di diri mereka, karena mereka sedang berjuang, berjuang untuk kehidupan.
Kegimbiraan telah hilang di diri mereka, karena mereka harus berjuang untuk kehidupan.
Hebat kau pejuang……

Semoga anak-anak yang ada di jalan raya itu mampu selalu tersenyum seperti halnya anak-anak yang berada di rumah mewah itu. amin….


Actions

Information

One response

10 06 2009
achoey

semoga sahabatku
seperti layaknya kita
tersenyum ceria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: