Biar Kami Yang Jaga Malam

29 06 2009

Hari sabtu itu aku sedang berada di kampoeng, jum`at sore lah aku tiba di desaku yang ku banggakan itu, seperti biasa kedamaian alam desa menyambut kedatanganku, seandainya damainya mampu hadir di perantauan, pasti tak ada penat yang hadir dalam diri ini. Sabtu sore itu aku melihat satu lembar kertas yang tertempel di dinding rumah sang pahlawanku, aku mendekat mencoba membaca tuliasan yang ada di dalam selembar kertas itu, ternyata kertas itu merupakan jadwal siskamling yang ada di desa kami, aku mencoba mencari nama dari ayahku dan dalam jadwal itu ternyata ayahku terjadwal hari sabtu berarti jadwal sisikamling ayahku adalah malam itu aku bertanya pada ayahku dan dia pun mengiyakan nya, tanpa berfikir panjang aku langsung mencoba mengusulkan supaya aku yang berangkat nanti malam diapun mengangguk iya, malam ini aku akan mencoba menggantikan posisi ayah yang seharusnya dia istirahat bila malam telah tiba, bukan palah begadang sampai pagi, pikirku waktu itu.

Malam minggu telah tiba para pemuda banyak yang menghabiskan harinya dengan mengunjungi kekasihnya, tapi yang kulakukan kali ini adalah melangkahkan kaki menuju pos kamling yang baru saja di rehab menjadi lebih indah dan bersih, disana sudah terlihat beberapa orang yang sedang duduk dan berbincang entah apa yang mereka bicarakan, setelah aku mendekat ke pos itu ternyata mereka adalah para pemuda yang ada di desa kami, entah karena di sengaja atau tidak malam itu sebagian besar yang berangkat untuk menjaga keamanan desa adalah pemuda. Hingga malam semakin larut, kini kami bercanda tawa dengan kata-kata yang se adanya, hingga kami melihat satu anggota kami yang sedang terduduk ngantuk di pojok pos kamling, dialah satu-satunya orang tua yang datang kali ini, kamipun tak tega melihat tingkahnya waktu itu, hingga kami menyuruhnya untuk pulang saja biarlah kami yang muda-muda yang menjaga keamanannya. Diapun langsung mengenakan kain sarungnya untuk membalut tubuh besarnya dan berlalu untuk kembali kerumahnya.
Dalam hati ini aku tersenyum akan kegelian, teringat sebuah lagu dari grup band slank di bait terakhir.
”cuci kaki, balik semua kerumah, biar kami yang jaga malam,kalian sudah tua, mundur…” hehehee….

Coba semua yang merasa muda mau mencari dan di beri kesempatan untuk berkarya, bakal hebat banget tuwh, jadi seolah bukan yang tua saja yang mampu duduk di atas sana. Seandainya capres kali ini ada yang umurnya 20-30 tahun pasti aku pilih tuh hehehhehehehehe……. mimpi nggak ya?


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: