Terimakasih Untukmu

28 08 2009

Saat ini tak mampu aku berikan yang terbaik untukmu.
Yang mampu aku perbuat hanyalah sekedar berusaha.

Kini aku tak mampu membuat mu tersenyum dengan bangga.
Bangga akan yang aku peroleh sampai saat ini.

Sungguh aku ingin berbuat lebih, tapi aku juga tak ingin memaksakan diri ini.
Karena aku sadar aku hanyalah laki-laki yang lemah.

Tapi perlu kau tahu dalam lemahku masih ada harap yang hadir.
Harap akan sebuah senyum kebanggaan yang hadir di wajahmu.

Kini dan esok kan terus ku coba jalani semua perjalanan ini semampuku.
Hingga senyum banggamu hadir dan kau berikan untukku.

Terimakasih untukmu yang telah memberikan kasih sayangmu untuk ku.
Dan terimakasih untuk kepercayaan mu, kepercayaan kalau aku mampu.





Pencarian Kesejukan Seorang Gadis

23 08 2009

Dalam sebuah pejeman mata ku kali ini, terlihat seorang gadis yang sedang menapakan kaki di jalan yang terjal penuh rintangan, ia mencoba mencari apa yang menimbulkan satu tanya, dalam sedikit langkah hidupnya di dunia, saat semakin terhanyut dalam pejaman mata, langkah demi langkah gadis itu terlihat terus terayun menuju apa yang di inginkannya, meski terkadang terlihat langkahnya sering di hadang oleh kerikil bebatuan yang tajam yang sewaktu – waktu mampu melukai telapak kakinya tapi langkah demi langkah itu terus terlihat terayun, tak terlihat terhenti karena babatuan yang menghadang di depanya.

Sesekali lelah menyelimuti pencarianya, hingga angin datang menghampiri tapi itu hanya sesaat, seolah angin yang datang menghampiri tak memberikan kesetiaan kesejukan kepada dirinya, padahal gadis itu selalu membutuhkan kesejukan dalam perjalanannya, tak kuasa menahan rasa, gadis itu mencoba mengejar kemana arah angin itu pergi tapi tak mampu juga ia menggapainya, dia melakukan itu semua semata untuk medapatkan sedikit sapaan dari angin supaya hati terasa sedikit segar dan nyaman berada di dalam kesejukan yang di bawa oleh angin, tapi seolah semua yang di lakukanya pecumah dan dia pun hanya mampu memandang angin itu lalu lalang di sekitarnya tapi tak mampu untuk menghampirinya. Angin seolah – olah tak mau kembali untuk sekedar bersahabat dengan gadis yang sedang membutuhkan kesegarannya, angin tak mau lagi untuk meberikan setitik harapan padanya dan tak ada senyuman yang terlempar untuknya.

Tapi tak ada rasa takut dalam diri dan hati gadis itu untuk melakukan perjalanan yang melelahkan dalam hidupnya, meski kesegaran angin belum di dapat secara utuh olehnya tapi dia masih tetap terus berjalan, karena di balik wajah lelah yang hadir pada gadis itu masih terlihat suatu keceriaan yang terpancar di balik mendung yang sedikit menutup harapan, dan aku pun yakin dia kan mampu melewati semua rintangan dalam suatu pencarian, yaitu pencarian untuk menggapai angin yang lebih segar yang ada di sekeklilingnya.

Semoga saat mataku terbuka, angin-angin segar yang baru dan berada di sekitarmu terus datang menyegarkan hati dan dirimu hingga mampu menyingkirkan mendung yang menyelimuti setiap harapan dalam hidupmu. Aku yakin kamu mampu….

untukmu dek teruskan langkahmu hingga angin segar yang setia memberi kesejukan untukmu mampu kau dapatkan dan menemani setiap langkah hidupmu.





Selamat Datang Ramadhan

21 08 2009

ramadhan





Sesungguhnya Ku Ingin

17 08 2009

Ya…. Rabb….
Sesungguhnya diri ini ingin berjumpa dengan hari yang indah, disaat mati dengan keadaan khusnul khotimah lah diri ingin berjumpa dengan hari yang indah.

Ya ….Rabb….
Sesugguhnya diri ingin selalu berada di bulan yang baik, disaat bulan penuh dengan pertaubatan lah diri ingin berada di bulan yang baik.

Tapi apakah diri ini mampu mendapatkan hari yang indah itu bila diri masih banyak melakukan salah dan dosa.

Tapi mampukah diri ini untuk berada di bulan yang baik itu, sedangkan diri masih terlalu sering mengingkari taubat yang terucap.

Ya….Rabb…
Terus tuntunlah diri ini untuk selalu berada di jalanMu, supaya diri mampu berjumpa dengan hari yang indah.

Ya….Rabb….
Selalu ingatkanlah diri di saat hati mulai mengingkari janji padaMU, agar diri mampu selalu berdiri di bulan yang baik itu.





Bagai Senja dan Fajar

13 08 2009

Telinga mendengar hari esok adalah kepergianya
Tetes air ter rasa jatuh dari indahnya kedua mata.

Tak sanggup menahan, tak sanggup membendung.
Kesedihan pun kini hinggap di dalam hati.

Tak pernah lagi menyapa, dan tak dapat lagi untuk bersua.
Bagai siang dan malam, tertaut tapi saling meninggalkan.

Hanya sesekali bertemu, saat senja mulai tiba.
Dan di saat fajar mulai datang.

Kini dia akan segera pergi.
Meninggalkan diri dalam sunyi nan sepi.

Tak mampu menahannya, tuk tetap ada di sisi.
Hanya mampu berdoa, tuk selalu bisa bertemu dalam hati.

Layaknya pertemuan siang dan malam.
Saling meninggalkan, tapi selalu bertemu dalam satu waktu.

Untuk seorang teman yang akan di tinggal sahabat nya pergi, Semoga dia selalu bertemu denganmu meski hanya di dalam hati mu.