Tersadar Saat Terpecah

10 10 2009

Terlihat kepingan ke indahan yang berserak karena pecah akibat benturan yang keras, kini satu persatu kembali di rangkai, memang tak sanggup hanya melihat pecahan itu tergeletak tak berdaya tanpa gerak yang terlihat. Teringat waktu ke indahan itu masih utuh tak terpecah. senyum, canda, tawa, nampak di setiap rautan wajah yang bahagia berseri meski sebenarnya masih banyak juga wajah yang muram dalam menjalani setiap kehidupan.

Dan sekarang saat melihat keindahan terpecahkan semua seolah ingin kembali merangkai kembali pecahan demi pecahan yang berserak itu, akupun berfikir untuk diri ku sendiri apakah aku harus menunggu ke indahan terpecah terlebih dahulu untuk membuat lebih indah semua ke adaan di sekitar, kenapa harus menuggu, padahal sebenarnya aku mampu tuk melihat wajah yang muram penuh harap itu, kini ak hanya mampu ber do’a semoga kelak aku selalu di sadarkan untuk selalu mampu melihat wajah yang muram di sekitarku tanpa harus menunggu pecahan ke indahan itu terjadi.

Memang harus di akui pecahan itu harus segera di rangkai agar keindahan mampu terlihat kembali hingga membuat senyum, canda, tawa, mampu datang kembali, dan aku harus melihat pecahan itu dan mencoba ikut merangkainya kembali meski hanya mampu ku lakukan hanya sebatas kemampuanku, dan semoga setelah semua kembali utuh bisa membuat aku terasadar untuk selalu mampu melihat wajah muram di sekitar sebelum ke indahan itu terpecah di bumiku yang indah ini.

Satu Permohonan Untuk Sahabatku

Sahabat ”
Maafkanlah aku yang telah melukaimu.
Maafkanlah aku yang melupkanmu.

Sahabat”
Hilangkanlah semua emosimu.
Hapuskanlah segala amarahmu.

Sahabat ”
Rangkulah kembali pundak ku.
Peluklah kembali tubuhku.
Sejujurnya kurindu semua ke indahan mu.

Untukmu sahabatku, alam……………..