Ringkasan Lembaran Hitam Si Kecil #2

24 11 2009

Lembaran ke tiga

Perjalanan hidup kian terasa semakin rumit begitu banyak rintangan yang semakin terlihat mendekat menghampiri dan di hampiri oleh langkah si kecil, helaan napas berulangkali dia lakukan tetapi tetap saja sesekali masih hadir sebuah lembaran hitam, si kecil tengah duduk di bangku kelas sebuah SMK yang memiliki latar belakang islam. dia terdiam meletakan kepalanya di atas kedua telapak tangan yang terselip sebuah alat tulis di antara selah jarinya, mata memandang langkah seorang guru yang tengah memasuki pintu ruang kelas yang tenang, sang guru segera membuka daftar hadir dan langsung memanggil satu persatu nama dari anak didiknya, hingga nama si kecil di panggil ada sebuah komentar yang terlontar dari guru itu untuk si kecil, “oh jadi ini nama nya anak yang waktu upacara tadi hormatnya gak bener” dengan enteng si kecil menjawab “ ah bu guru salah liat kali” dengan di iringi sebuah tawa yang yang seolah terlontar untuk menutupi sebuah kesalahan, dengan jiwa kesabaran seorang pendidik, guru itu hanya melontar senyum dan gelengan kepala, yang berarti sebuah kekecewaan atas sebuah jawaban dari seorang muridnya.

Hari itu tak banyak waktu untuk proses belajar mengajar, hingga membuat para murid harus segera meniggalkan sekolahan di waktu yang lebih awal, langkah berhamburan murid – murid terlihat meninggalkan halaman sekolah itu, dan seperti biasa banyak hal yang akan di lakukan si kecil dan kawan – kawannya di luar sana, ada satu usulan dari seorang kawan untuk mngunjungi teman dari sekolahan lain yang ada di kota itu, dengan menaiki beberapa sepeda motor mereka mulai menyusuri jalanan menuju sebuah tempat yang mereka rencanakan, tak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai ke tempat itu hanya dengan waktu sekitar sepuluh menit mereka telah sampai di tempat yang mereka rencanakan, sambil duduk di depan sebuah kantin si kecil memanggil seorang teman yang ada di sekolahan itu, ternyata sang teman tak hanya berjalan sendirian tapi ada beberapa anak lain yang berjalan di belakangnya, dengan senyum dan uluran tangan mereka mengucapkan salam persahabatan. Hingga sangat terasa kental sebuah persahabatan antara segrombolan anak remaja.

Tak terasa terik mentari sudah sangat terasa menyengat membakar kulit yang membalut tubuh si kecil dan kawan – kawan nya, panasnya matahari ternyata membuat mereka tak nyaman lagi berada di tempat itu hingga mereka putuskan untuk segera pulang ke rumah, tapi lagi – lagi ada sebuah ide yang berbuntut menjadi sebuah kejadian gila, seoarang teman mengajak untuk pergi ke terminal angkutan kota sebelum beranjak pulang ke rumah maklum karena di jam seperti itu di tempat itu akan terlihat para pelajar yang tumpah ruah menjadi satu dalam sebuah keramaian. Si kecil dan teman – temanya tengah duduk di warung es buah yang terletak di lingkungan terminal dan pasar itu, mata dan kepala mereka seperti di komando dengan kompak menggeleng dan melotot tanpa sadar ketika terlihat para gadis – gadis remaja berbaju abu – abu melintas di hadapan mereka. Tapi sebuah kenikmatan itu tak berlangsung lama ketika mereka melihat segerombolan manusia yang terlihat tengah saling serang, dan mata mereka terus focus ke jadian tersebut hingga mereka sadar bahwa beberapa di antara mereka ada beberapa teman, tanpa berfikir si kecil dan teman – teman nya langsung menghamapiri mereka dan langsung ikut melakukan sebuah penyerangan yang di anggap musuh oleh teman nya itu satu sampai lima pukulan telah di ayunkan oleh si kecil kewajah anak yang tak di kenal olehnya, pukulan itu terhenti saat telinga si kecil mendengar sebuah tembakan senjata api sebanyak tiga kali, dengan reflek yang cepat si kecil lari menjauh dari tempat itu hingga ia menemukan sebuah angkutan kota yang tengah berjalan, si kecil segera bergegas menaiki angkutan itu untuk menjauh dari kejaran polisi yang bersenjata api.

Beruntunglah si kecil mampu lolos dari sergapan polisi mungkin karena sebuah naluri kenakalanya hingga membuatnya seolah terlihat sudah terbiasa pada hal seperti itu. Angkutan kota berhenti di depan sebuah gang kecil di dekat jalan raya, terlihat si kecil keluar dari kendaraan itu dengan baju yang basah akibat keringat yang tercipta karena sebuah pelarian, hingga dia tiba kembali di sebuah istana kedamaian nya melepas lelah dan menghilangkan dahaga yang melanda, saat sore tiba terdengar kabar dari seorang teman ternyata setelah kejadian siang itu ada beberapa kawan yang tertangkap oleh polisi hingga mereka harus merasakan beberapa hari di balik jeruji besi, lagi – lagi terlontar syukur dari mulut si kecil karena telah mampu lolos dari sebuah kejaran yang menurutnya sangat menakutkan. Hingga itu semua menjadi sebuah lembaran hitam ke tiga dalam hidup si kecil.

Lembaran Ke Empat

Sebuah lembaran hitam si kecil di episode lanjutan sebuah perjalanan hidup seorang bocah kecil.langkah demi langkah telah di lewati oleh si kecil banyak lembaran hitam yang menghiasi jalan ke hidupan nya. Ada tiga buah pilihan dari ayah yang di tawarkan kepada si kecil untuk menentukan kemana arah tujuan yang akan di langkah kan setelah lulus dari smk pilihan tersebut merupakan satu pilihan yang bisa membuat si kecil bisa mencapai satu kebahagian dalam hidupnya di dunia, pilihan itu ialah Kerja, Kuliah, dan Nikah, tanpa ragu langsung mengambil pilihan yang ke dua karena mungkin sikecil sudah merasa berat untuk melanjutkan lagi ke bangku kuliah, apa lagi bila harus memilih sebuah pernikahan yang menurut si kecil adalah sebuah pilihan yang penuh dengan resiko. Tapi langkah si kecil terhenti saat akan memulai pilihanya itu, sang ibu mendekat nan berucap “ lanjutkanlah kuliah dulu nak baru kamu kerja “ si kecil langsung mencari sebuah alasan untuk menghindar dari sebuah pilihan yang tak di inginkanya dengan sebuah ucapan yang tak di duga “ biar aku gak kuliah gak papa bu, biar biaya kuliah ku untuk biaya kuliah adek saja besok ” sebuah jawaban yang manis tapi tak membuat sang ibu menyerah untuk membujuk si kecil masuk kuliah hingga si kecil pun luluh atas semua yang terucap dari ibu, memang si kecil yang nakal selalu kalah jiakalau ibu telah mendekat padanya.

Satu dan dua semester dilalui oleh si kecil dengan baik di universitas itu niali memuaskan dapat dikatakan baik, tapi ada sebuah cerita yang membuat si kecil kembali mengisi lembaran – lembaran hitam dalam perjlanan hidupnya, semester tiga si kecil mengalami satu kejenuhan dalam sebuah proses belajar hingga dia mencoba melakukan hal yang baru yang mungkin mampu menghilangkan sebuah rasa jenuh yang melanda, si kecil memutuskan untuk bekerja sambilan di tempat servis komputer bersama temanya, dan ternyata keputusanya itu adalah sebuah awal menuju kesalahan, dia harus merelakakn kuliahnya terbengkalai demi memenuhi tanggung jawab pekerjaanya, kuliahnya sering di tinggal bahkan si kecil rela masuk kuliah waktu ujianya saja demi sebuah pekerjaan yang hanya sementara, si kecil bekerja hanya sampai semester enam saja karena dia tersadar dia telah mengambil sebuah jalan yang tak sanggu bila di jalaninya.

Kembali seperti semula si kecil kembali belajar seperti biasa, tapi sisa waktu dua semester tak cukup untuk memperbaiki prestasi semester yang lalu yang terlihat jeblok waktu si kecil memutuskan tuk meniggalkanya, kini si kecil belum bisa menuntaskan kuliahnya walau kini sudah lima tahun lamanya dia duduk di bangku kuliah, ada sebuah semangat baru dalam hidupnya tuk menggapai sebuah tujuan di dalam ke hidupan nya hingga ada sebuah tekad yang terucap dari mulut si kecil “ mulai kini kan ku coba mengisi hari – hari ku dengan penuh lembaran – lembaran putih, dan semoga tak ada lagi lembaran – lembaran hitam yang terselip di antara lembaran – lembaran putih yang selalu ku dapatkan ”.


Actions

Information

One response

29 01 2010
denindodutacipta


PERSAHABATAN


DENGAN SEGALA PERBEDAAN YANG ADA DIANTARA KAMI…
TIDAK MENJADIKAN KAMI HANCUR…
TAPI LEBUR DALAM KEBERSAMAAN.

PERBEDAAN-PERBEDAAN ITU JUSTRU MENAMBAH KEKAYAAN PANDANGAN KAMI …
AKAN PAHAM IDEALIS KAMI…
ANTARA KEIMANAN DAN KE-AKU-AN.

BETAPA BERUNTUNGNYA KAMI,
KARENA SESUATU ITU TERUS MENGIKUTI KAMI…
BERSAMA-SAMA MENGENYAM MANISNYA KECERIAAN…
SUCINYA PENGKHIANATAN DAN LUGUNYA CINTA KAMI…
AKAN TETAPI…
KAMI BERBAHAGIA DENGAN SEGALA HAL INI…
YANG KAMI TEMUI DARI HARI KE-HARI.

SALAM KENAL dan SALING MENGUNJUNGI serta SALING BERBAGI.WAH…WEB-NYA CUKUP PUITIS …OYA,BISA PASANG BANNER/LINK GA YAH…???
HTTP: / / DUTACIPTA.WORDPRESS.COM 🙄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: