Kembali Menyapa

23 01 2014

Assallamualaikum wr.wb
Selamat malam kawan, apa kabar dunnia blogger? Setelah sekian lama gak ngeposting tulisan di blog ini. Akhirnya pagi tadi. Kembali menuangkan isi kepala ke lembaran berikutnya di blog penuh angan ini. Perasaan senang pun datang menghampiri. Gimana gak seneng bertahun – tahun. Gak nulis di blog akhirnya ke sampaian lagi ngeposting tulisan. Beneran mrenges mulu saya…. đŸ˜€
Sebenernya dalam beberapa tahun terakhir saya tidak aktif di duniaa blogger pasti ada alasannya. Alasan utamanya adalah males hehehe… *alasan yang konyol* tapi pada dasarnya semua pekerjaan gak di kerjakan ya karena faktor utamanya adalah malas. karena sebenarnya sesibuk apapun pekerjaan kita untuk sekedar ngeposting tulisan di blog pasti sangatlah bisa dengan catatan hindari rasa malas. Bener nggak saya? Heheheehe…
Oleh sebab itu dengan kembali bergairahnya saya untuk membuat tulisan di blog ini semoga mampu kembali aktif di duniia per bloggeran, meski hanya sekedar ber cerita tentang kehidupan yg ada di duniaa.
Mungkin segitu dulu sapaan saya di malam ini ya sob, sebelumnya maaf belum bisa berkunjung ke blogg kalian maklum sob sekarang saya posting saja hanya lewat HP hehehe… Yang jelas semoga selalu ada semangat untuk terus menghidupi blog Angan Polos ini amiiiiiin…
Sekian, Wassallamualikum Wr.wb





“Iyalah Percaya Kamu Kan Lulusan Sarjana”

23 01 2014

Inilah kata – kata yang sering saya dapat ketika sedang berdebat dengan teman dan dia mulai terpojok. Sejujurnya saya sangat risih jika mendengar kata – kata seperti itu, bukan tanpa alasan, karena menurut saya kepandaian maupun pemikiran seseorang tidak dapat di ukur dari seberapa tinggi dia mengenyam pendidikan jika itu sebuah ukuran saya pikir itu salah besar.
Bila di pikir secara logika kepandaian seseorang hanyalah di keranekan terbiasa melakukan kegiatan yang harus biasa di lakukan. Sebagai contoh : Seorang guru pada waktu pertama kali mengajar akan membaca buku sebagai pedoman dalam mengajar muridnya, tapi seorang guru akan mampu mengajar tanpa menggunakan pedoman buku tersebut setelah mengulang – ulang pelajaran tersebut di beberapa kelas yang ada.
Hal seperti itulah yg mmbuat alasan mengapa saya sering jengkel kalo sedang berdebat masalah kata – kata di katakan “iyalah percaya kamu kan lulusan sarjana”. Saya tegaskan saya bukan sarajana, tapi saya mengucapkan kata penuh dengan aturan karena lebih untuk menjaga perasaan orang lain karena terbiasa, jadi bukan karena saya seorang sarjana.
Jadi mari rubah pemikiran kita bahwa kepandaian seseorang itu tidak dapat di lihat dari seberapa tinggi pendidikan yang di tempuh oleh orang tersebut. Lagian seorang dokter belum tentu bisa melakukan pekerjaan seorang tukang tambal ban, begitu pula sebaliknya.
*Salam Semangat*