“Iyalah Percaya Kamu Kan Lulusan Sarjana”

23 01 2014

Inilah kata – kata yang sering saya dapat ketika sedang berdebat dengan teman dan dia mulai terpojok. Sejujurnya saya sangat risih jika mendengar kata – kata seperti itu, bukan tanpa alasan, karena menurut saya kepandaian maupun pemikiran seseorang tidak dapat di ukur dari seberapa tinggi dia mengenyam pendidikan jika itu sebuah ukuran saya pikir itu salah besar.
Bila di pikir secara logika kepandaian seseorang hanyalah di keranekan terbiasa melakukan kegiatan yang harus biasa di lakukan. Sebagai contoh : Seorang guru pada waktu pertama kali mengajar akan membaca buku sebagai pedoman dalam mengajar muridnya, tapi seorang guru akan mampu mengajar tanpa menggunakan pedoman buku tersebut setelah mengulang – ulang pelajaran tersebut di beberapa kelas yang ada.
Hal seperti itulah yg mmbuat alasan mengapa saya sering jengkel kalo sedang berdebat masalah kata – kata di katakan “iyalah percaya kamu kan lulusan sarjana”. Saya tegaskan saya bukan sarajana, tapi saya mengucapkan kata penuh dengan aturan karena lebih untuk menjaga perasaan orang lain karena terbiasa, jadi bukan karena saya seorang sarjana.
Jadi mari rubah pemikiran kita bahwa kepandaian seseorang itu tidak dapat di lihat dari seberapa tinggi pendidikan yang di tempuh oleh orang tersebut. Lagian seorang dokter belum tentu bisa melakukan pekerjaan seorang tukang tambal ban, begitu pula sebaliknya.
*Salam Semangat*


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: