Menganti Beach

25 07 2011

Apa kabar sobat, postingan kali ini lagi pengen cerita hasil bermalem di tepi pantai menganti kabupaten kebumen, 23 – 24 juli 2011, yah pantai menganti memang sedikit asing terdengar, bahkan masyarakat kabupaten kebumen sendiri jarang yang tahu keberada’an panati tersebut. padahal pesona ke indahan alam pantai tersebut tak kalah menarik dari pada pantai – pantai yang lain. Tepian pantai yang di taburi bebatuan dan karang – karang dan di hiasi oleh pasir putih sangat menggoda untuk memanjakan mata melepas penat yang ada di kepala.
Ok dari pada terus banyak bicara, langsung saja liat menganti beach yang berhasil saya abadikan…

Pantai Menganti dari atas bukit

Sunset

Butiran pasir putih semakin mempercantik tepian pantainya



Nyantai di tepian pantai hhaha… :d

Sebuah catatan tersendiri buat pantai ini, Pantai Menganti adalah satu – satunya pantai berpasir putih dari begitu banyaknya pantai yang ada di kabupaten kebumen. Cuman ada satu kata yang terlontar saat pertama kali kaki ku menginjakan kaki di sana “INDAH” sungguh – sungguh indah cipta’anNYA.





Untukmu Sahabat

7 02 2011

Terlihat kepingan ke indahan yang berserak karena pecah akibat benturan yang keras, kini satu persatu kembali di rangkai, memang tak sanggup hanya melihat pecahan itu tergeletak tak berdaya tanpa gerak yang terlihat. Teringat waktu ke indahan itu masih utuh tak terpecah. senyum, canda, tawa, nampak di setiap rautan wajah yang bahagia berseri meski sebenarnya masih banyak juga wajah yang muram dalam menjalani setiap kehidupan.

Dan sekarang saat melihat keindahan terpecahkan semua seolah ingin kembali merangkai kembali pecahan demi pecahan yang berserak itu, akupun berfikir untuk diri ku sendiri apakah aku harus menunggu ke indahan terpecah terlebih dahulu untuk membuat lebih indah semua ke adaan di sekitar, kenapa harus menuggu, padahal sebenarnya aku mampu tuk melihat wajah yang muram penuh harap itu, kini ak hanya mampu ber do’a semoga kelak aku selalu di sadarkan untuk selalu mampu melihat wajah yang muram di sekitarku tanpa harus menunggu pecahan ke indahan itu terjadi.

Memang harus di akui pecahan itu harus segera di rangkai agar keindahan mampu terlihat kembali hingga membuat senyum, canda, tawa, mampu datang kembali, dan aku harus melihat pecahan itu dan mencoba ikut merangkainya kembali meski hanya mampu ku lakukan hanya sebatas kemampuanku, dan semoga setelah semua kembali utuh bisa membuat aku terasadar untuk selalu mampu melihat wajah muram di sekitar sebelum ke indahan itu terpecah di bumiku yang indah ini.

Satu Permohonan Untuk Sahabatku

Sahabat ”
Maafkanlah aku yang telah melukaimu.
Maafkanlah aku yang melupkanmu.

Sahabat”
Hilangkanlah semua emosimu.
Hapuskanlah segala amarahmu.

Sahabat ”
Rangkulah kembali pundak ku.
Peluklah kembali tubuhku.
Sejujurnya kurindu semua ke indahan mu.

Untukmu sahabatku, alam……………..





Sebuah Proses

12 02 2010

Hari ini daun terlihat kuning mengering.
Searasa cepat sekali hari, teringat dua hari yang lalu baru tumbuh.

Tumbuh dengan lebat dan hijau.
Hingga semua yang terlihat di sekeliling hanyalah sebuah kesegaran.

Tapi apalah daya bila semua memang harus melewati suatu proses.
Proses akan sebuah hakikat kehidupan.

Maka biarlah daun melewati proses itu.
Meski mengering pasti kan tumbuh menjadi hijau dan penuh kesejukan kembali.

Semua itu mampu di raih dan di gapai.
Dengan selalu berdirinya pohon yang kokoh.





Tersadar Saat Terpecah

10 10 2009

Terlihat kepingan ke indahan yang berserak karena pecah akibat benturan yang keras, kini satu persatu kembali di rangkai, memang tak sanggup hanya melihat pecahan itu tergeletak tak berdaya tanpa gerak yang terlihat. Teringat waktu ke indahan itu masih utuh tak terpecah. senyum, canda, tawa, nampak di setiap rautan wajah yang bahagia berseri meski sebenarnya masih banyak juga wajah yang muram dalam menjalani setiap kehidupan.

Dan sekarang saat melihat keindahan terpecahkan semua seolah ingin kembali merangkai kembali pecahan demi pecahan yang berserak itu, akupun berfikir untuk diri ku sendiri apakah aku harus menunggu ke indahan terpecah terlebih dahulu untuk membuat lebih indah semua ke adaan di sekitar, kenapa harus menuggu, padahal sebenarnya aku mampu tuk melihat wajah yang muram penuh harap itu, kini ak hanya mampu ber do’a semoga kelak aku selalu di sadarkan untuk selalu mampu melihat wajah yang muram di sekitarku tanpa harus menunggu pecahan ke indahan itu terjadi.

Memang harus di akui pecahan itu harus segera di rangkai agar keindahan mampu terlihat kembali hingga membuat senyum, canda, tawa, mampu datang kembali, dan aku harus melihat pecahan itu dan mencoba ikut merangkainya kembali meski hanya mampu ku lakukan hanya sebatas kemampuanku, dan semoga setelah semua kembali utuh bisa membuat aku terasadar untuk selalu mampu melihat wajah muram di sekitar sebelum ke indahan itu terpecah di bumiku yang indah ini.

Satu Permohonan Untuk Sahabatku

Sahabat ”
Maafkanlah aku yang telah melukaimu.
Maafkanlah aku yang melupkanmu.

Sahabat”
Hilangkanlah semua emosimu.
Hapuskanlah segala amarahmu.

Sahabat ”
Rangkulah kembali pundak ku.
Peluklah kembali tubuhku.
Sejujurnya kurindu semua ke indahan mu.

Untukmu sahabatku, alam……………..





Rinduku Padamu

6 10 2009

Apakah kau tak mau lagi bersahabat denganku.
Apakah kau kini benar –benar marah kepadaku.

Kau palingkan wajah yang indah dan manis milikmu.
Dan kini kau tunjukan adalah wajah yang tersirat dengan emosi.

Aku sadar semua itu karenaku.
Aku tahu mungkin semua karena aku tak peduli lagi kepadamu.

Sesungguhnya aku meraskan kerinduan dan kehangatan pelukanmu.
Wahai alam peluklah kembali tubuh kecilku.

Maafkan lah semua salah ku kepadamu.
Dan marilah kembali bergandeng, dan bersahabat dengan penuh kemesraan.