Pesan Nyanyian Si Burung

20 01 2012

Kicau indah ku menemani sinar mentari pagi ini.
Tau kah kau manusia sungguh indah dunia ini.
Tak usah kau tangisi, tak usah kau sesali.
Biarlah waktu menggulung kesedihan yang telah terjadai.

Memang hidup tak seindah seperti lamunan.
Yang dapat di karang seperti tulisan.
Tapi cobalah kau terus berjuang mencari ke indahan.
Seperti diruku yang selalu mengepakan sayap tuk mencari kehidupan.

Tak pantas kau mengeluh.
Karena usahmu hanya baru mengeluarkan sedikit peluh.
Bangkitlah wahai kawan.
Ku yakin kau kan mendapatkan sebuah kemenangan.





Kesejukan Dari Wanita Tua

12 11 2009

Terik mentari menyengat kulit terasa membakar lapisan tubuh, lelah terasa hingga membuat tenggorokan mengering dilanda ke hausan yang begitu dahsyat, ku langkahkan kaki keluar dari kamar kost untuk mencari satu angin kesejukan di siang yang panas, tak cukup rasanya menikmati semilir angin yang berhembus menghempas tubuh yang terbakar hingga ku susuri satu persatu anak tangga menuju ke bawah. Damai terasa saat ku dapatkan satu gelas air yang penuh dengan keringat karena dingin yang ada di dalamnya, ku nikmati tegukan demi tegukan air penyejuk itu di depan kamar teman kost yang ada di bawah dengan melempar canda dan tawa dengan seorang teman yang tengah membutuhkan satu kesejukan pula.

Tak terasa air dingin itu tinggal setengah gelas saja, dalam benak langsung berkata bersiaplah kembali kehilangan rasa kesejukan di siang yang panas dan terik, di tengah perbincangan yang semaikn seru, tiba –tiba canda tawa kami terhenti saat melihat sosok wanita tua yang berada di depan bak sampah yang ada di lingkungan kost kami, terlihat wanita tua itu tengah mencari – cari sesuatu di dalam bak sampah itu seolah – olah yang dia cari adalah benda yang sangat berharga nilainya di matanya, kulihat wanita tua itu tengah mengumpulkan lembaran – lembaran plastik yang menumpuk di dalam bak sampah, hati ini benar – benar tak kuasa melihatnya seorang wanita tua tengah mencari satu kehidupan di siang yang begitu panas dan harus bergelut dengan sampah untuk medapatkanya.

Rasa sedih, kagum, dan malu bercampur menjadi satu di siang yang terik waktu itu, hingga aku teringat tumpukan botol air minerel yang ada di dekat kamar kostku, dan ku katakan kepada temanku yang tengah berbincang dengan wanita tua itu supaya bergegas mengambil tumpukan botol itu untuk di berikan kepada sang nenek, saat botol di berikan kepada nenek terlontarlah kata – kata dari mulut nenek “maturnuwun yo mas, mbah ra iso mbales opo – opo , mugi – mugi pangeran nge kei sing penak le golek ilmu lan kepinteran kanggo mas.” ( “terimakasih ya mas, nenek tidak bisa membalas apa – apa , semoga allah memberikan kemudahan dalam menuntut ilmu dan kepintaran buat mas” ). Subahanallah ada do’a untuk kami dari sang nenek hingga semua rasa panas dan terik seolah terasa hilang dari dalam tubuh dan kesujukanlah yang datang menghampiri kami ber dua, samapai sang nenek berlalu dengan meninggalkan banyak pelajaran di siang yang tak lagi terasa panas.

Ingin kembali ku ucap terimakasih untuk nenek yang telah memberikan satu lagi pelajaran dalam perjlanan hidupku. Terimakasih ya mbah….





Langkah Pasti

1 08 2009

Jeritan sangat keras tapi tak mengeluarkan suara, hanya bisikan-bisikan kecil yang mampu terdengar, bulan seakan terasa panas bagai matahari, hingga tak mampu memejamkan mata saat malam telah larut, bumi yang penuh dengan keindahan seolah pucat tak ada warna. Terlihat tubuh hanya berselimut angin saat terbaring di hangatnya alas tanah, dan terlihat sepasang mata meneteskan eluh di atas pipi, sakit dan perih yang terasa di hati, tapi dirinya tak mampu berbuat banyak untuk waktu yang berada di depan sana, hanya mampu bertahan untuk hidup dalam kenyataan yang ada, tak ada guna untuk terus mengeluh, karena mungkin itu sudah menjadi jalan hidup yang harus di lalui.

Sesekali bibir terlihat mencoba berbicara pada seseorang, tapi tak ada telinga yang bersedia mendengarnya, mereka tetap melangkahkan kakinya seolah tak melihat sosok yang berjalan terpincang – pincang di sisinya, sungguh tak mampu bila diri melihatnya, dalam hidupnya terdapat dua pilihan, harus terus melangkah meski dengan kaki terpincang atau harus bersedia mati di tengah perjalanan. tapi terlihat pada dirinya sebuah langkah pincang dari kaki kecil yang di miliki, terlihat pasti setiap hentakan kaki dan tak ada kata lelah di dalam jiwa, hingga kaki terlihat mampu terus berjalan menyusuri hari, dengan do`a yang terus mengiringi.

Ucap syukur padaNya yang telah memberikan hati yang kuat kepada diri manusia yang hebat.
Hingga mampu melewati rintangan yang ada di setiap sudut dunia.





Sajadah Cinta Nya

27 07 2009

Ketika hati tertaut dalam bintang dengan jarak yang tak terkira.
Dan terlihat jauh dari pandangan mata.

Angin tak terasa dan tak terdengar.
Suara menjadi tersamarkan tanpa kepastian.

Ketika hamparan langit bertabur bintang membentang.
Memberi cahya, menembus celah sekeping hati.

Melelehkan setiap rasa yang tertuang.
Luruh bersama butir cinta kepadaNya.

Tak ada suara yang mampu keluar.
Hanya bisikan dalam hati yang mampu berbicara.

Hingga airmata kini tumpah tak terbendung.
Dalam sujud panjang diatas sajadah cinta milikNya.





Ucaplah Sebelum Kita Melangkah

2 07 2009

Bissmillahirrohmannirrohim
Sebuah kata yang sudah menjadi keidentikan seorang muslim untuk memulai suatu tindakan atau ucapan yang akan di lakukan, tapi tak dapat di pungkiri terkadang kita lupa akan satu buah kata tersebut saat akan memulai hari-hari kita, entah kita lupa atau memang kita sudah terbiasa untuk tidak mengucapnya….!? Padahal dengan kata itu kita sudah dapat menggantikan do`a sehari-hari kita yang memang belum kita hafal. Memang sungguh istimewa kata Bismillahirrohmannirrohim. Satu kata yang mampu mewakili banyak do`a. 

Shobat mari kita terus mencoba dan kembali untuk membiasakan mengucap sebuah do`a sebelum kita memulai awal setiap langkah di hari-hari kita. Paling tidak dengan Bismillahirrohmannirrohim kita mengawali setiap langkah di hari-hari kita. Ayo…….. 