Pesan Nyanyian Si Burung

20 01 2012

Kicau indah ku menemani sinar mentari pagi ini.
Tau kah kau manusia sungguh indah dunia ini.
Tak usah kau tangisi, tak usah kau sesali.
Biarlah waktu menggulung kesedihan yang telah terjadai.

Memang hidup tak seindah seperti lamunan.
Yang dapat di karang seperti tulisan.
Tapi cobalah kau terus berjuang mencari ke indahan.
Seperti diruku yang selalu mengepakan sayap tuk mencari kehidupan.

Tak pantas kau mengeluh.
Karena usahmu hanya baru mengeluarkan sedikit peluh.
Bangkitlah wahai kawan.
Ku yakin kau kan mendapatkan sebuah kemenangan.





Yang Terlihat Hanyalah Semu

22 08 2010

Hitam tapi tak terlihat hitam
Putih tak lagi terlihat putih.

Hujan tapi tak ada air.
Panas membuat tubuh basah.

Apa yang mampu di lihat sekarang..?
Semua semu, semua tak nyata.

Masih terus berdiri di sini.
Menikmati sebuah kebodohan yang tak terhenti.





Lamunan Menjelang Ter Lelap

24 11 2009

Wangi selalu mengiri sebuah perjalanan yang panjang.
Indah terlihat warna yang memancar saat mata memandang.

Setangkai bunga berada di sisi tubuh.
Setia menemani di setiap langkah menyusuri jalan.

Tak ada rasa lelah, dan tak ada rasa takut dalam perjalanan.
Karena tubuh tengah terbius dalam sebuah ke indahan yang ia berikan.

Terasa damai saat berdua dan berjalan dalam sebuah ikatan.
Hingga mampu menggapai sebuah kebahagiaan.

Tapi semua itu pergi, saat bunga menghilang di sebuah ruang yang gelap.
Dan diri tersadar semua hanyalah lamunan menjelang terlelap.