Tak Lagi Aktif Hingga Ada Yang Lupa

28 02 2014

Awal tahun 2014 aku mulai kembali menulis di blog ini, hasrat menulis yang kembali datang membuatku kembali bersamangat untuk menuangkan apa yang ada di kepala dan sekelolongku. Dengan kembalinya semangat menulis di blog aku pun mencoba kembali mengunjungi alamat – alamat yang tercantum di blogroll blog ini.

Setelah menengok blog sahabat – shabat bloger ku saya merasa sedikit sedih karena banyak blog yang terbengkalai seolah tak berpenghuni, meski masih ada yang sering apdet sih, tapi yang alamat blog yang ada di blogroll ku banyak juga yang udah lama blognya gak ada tulisan terbaru bahkan ada beberapa blog yang alamatnya sudah mati, entah memang mereka sudah ganti alamat baru atau memang bolgnya sudah di biarkan mati.

Tapi ada sebuah kejadian lucu, waktu saya mengunjungi salah satu blog sahabat yang kebetulan dia masih aktif menulis, setelah selang dua hari dia mengunjungi balik ke blog ini, dan dia pun meninggalkan jejak di kolom komentar sambil berucap ” salam kenal ” aiiiih…. Dalam hatipun aku bergumam ” kita dulu selalu mengunjungi blog masing – masing dan selalu saling menyapa. Terasa lucu, tapi memang mungkin karena begitu lama aku tak menjamah blog ini hingga sahabat – sahabat blog ku sudah lupa dengan blog polos ini.

Yang jelas saya ucapkan banyak terimakasih untuk sahabat yang masih bersedia mengunjungi blog yang polos ini, Insya Alloh saya akan berusaha terus untuk bisa menghadirkan tulisan – tulisan di dalam blog ini.
“Salam Semangat Ngeblog “





Untukmu Sahabat

7 02 2011

Terlihat kepingan ke indahan yang berserak karena pecah akibat benturan yang keras, kini satu persatu kembali di rangkai, memang tak sanggup hanya melihat pecahan itu tergeletak tak berdaya tanpa gerak yang terlihat. Teringat waktu ke indahan itu masih utuh tak terpecah. senyum, canda, tawa, nampak di setiap rautan wajah yang bahagia berseri meski sebenarnya masih banyak juga wajah yang muram dalam menjalani setiap kehidupan.

Dan sekarang saat melihat keindahan terpecahkan semua seolah ingin kembali merangkai kembali pecahan demi pecahan yang berserak itu, akupun berfikir untuk diri ku sendiri apakah aku harus menunggu ke indahan terpecah terlebih dahulu untuk membuat lebih indah semua ke adaan di sekitar, kenapa harus menuggu, padahal sebenarnya aku mampu tuk melihat wajah yang muram penuh harap itu, kini ak hanya mampu ber do’a semoga kelak aku selalu di sadarkan untuk selalu mampu melihat wajah yang muram di sekitarku tanpa harus menunggu pecahan ke indahan itu terjadi.

Memang harus di akui pecahan itu harus segera di rangkai agar keindahan mampu terlihat kembali hingga membuat senyum, canda, tawa, mampu datang kembali, dan aku harus melihat pecahan itu dan mencoba ikut merangkainya kembali meski hanya mampu ku lakukan hanya sebatas kemampuanku, dan semoga setelah semua kembali utuh bisa membuat aku terasadar untuk selalu mampu melihat wajah muram di sekitar sebelum ke indahan itu terpecah di bumiku yang indah ini.

Satu Permohonan Untuk Sahabatku

Sahabat ”
Maafkanlah aku yang telah melukaimu.
Maafkanlah aku yang melupkanmu.

Sahabat”
Hilangkanlah semua emosimu.
Hapuskanlah segala amarahmu.

Sahabat ”
Rangkulah kembali pundak ku.
Peluklah kembali tubuhku.
Sejujurnya kurindu semua ke indahan mu.

Untukmu sahabatku, alam……………..





Tersadar Saat Terpecah

10 10 2009

Terlihat kepingan ke indahan yang berserak karena pecah akibat benturan yang keras, kini satu persatu kembali di rangkai, memang tak sanggup hanya melihat pecahan itu tergeletak tak berdaya tanpa gerak yang terlihat. Teringat waktu ke indahan itu masih utuh tak terpecah. senyum, canda, tawa, nampak di setiap rautan wajah yang bahagia berseri meski sebenarnya masih banyak juga wajah yang muram dalam menjalani setiap kehidupan.

Dan sekarang saat melihat keindahan terpecahkan semua seolah ingin kembali merangkai kembali pecahan demi pecahan yang berserak itu, akupun berfikir untuk diri ku sendiri apakah aku harus menunggu ke indahan terpecah terlebih dahulu untuk membuat lebih indah semua ke adaan di sekitar, kenapa harus menuggu, padahal sebenarnya aku mampu tuk melihat wajah yang muram penuh harap itu, kini ak hanya mampu ber do’a semoga kelak aku selalu di sadarkan untuk selalu mampu melihat wajah yang muram di sekitarku tanpa harus menunggu pecahan ke indahan itu terjadi.

Memang harus di akui pecahan itu harus segera di rangkai agar keindahan mampu terlihat kembali hingga membuat senyum, canda, tawa, mampu datang kembali, dan aku harus melihat pecahan itu dan mencoba ikut merangkainya kembali meski hanya mampu ku lakukan hanya sebatas kemampuanku, dan semoga setelah semua kembali utuh bisa membuat aku terasadar untuk selalu mampu melihat wajah muram di sekitar sebelum ke indahan itu terpecah di bumiku yang indah ini.

Satu Permohonan Untuk Sahabatku

Sahabat ”
Maafkanlah aku yang telah melukaimu.
Maafkanlah aku yang melupkanmu.

Sahabat”
Hilangkanlah semua emosimu.
Hapuskanlah segala amarahmu.

Sahabat ”
Rangkulah kembali pundak ku.
Peluklah kembali tubuhku.
Sejujurnya kurindu semua ke indahan mu.

Untukmu sahabatku, alam……………..





Hilang Karena Rasa

20 07 2009

Saat kau melihatku, ku ingin selalu ada senyum di wajah mu.
Saat kau bersamaku, ku ingin selalu ada tawa kegembiraan di dirimu.

Saat ku lelah, kuingin kau menjadi sandaran tubuhku.
Saat ku bersedih, ku ingin kau usap air mata ku.

Saat ku jauh, ku ingin kau selalu merindukan ku.
Saat ku tak mampu menemuimu, ku ingin kau selalu mengingat diriku.

Saat ku pergi, ku ingin kau jangan tangisi aku.
Saat aku tak ada di dunia, ku ingin kita bersama di alam sana.

Itulah yang ku harapkan jika kau berada di sampingku. Dan inilah yang aku lakukan bila kau berada di sampingku :

Kan kucoba untuk selalu tersenyum bila melihat wajah mu.
Kan kucoba selalu tertawa saat kita bersama.

Aku selalu siap menjadi sandaran tubuh mu.
Kan ku berikan tanganku untuk mengusap air mata mu.

Ku selalu merindukanmu, ku selalu mengingat mu.
Hingga kau pergi, kan ku lepas diri mu dengan senyum ku.

Tapi kini kau menghilang karena sebuah rasa yang datang, rasa yang membuatmu tak nyaman bila berada di sampingku. dan kini ku ucap :

Di dunia persahabatan kita tak lama,
Maafkan aku yang tak mampu mempertahankan nya.

Semua itu karena rasa, rasa yang di miliki setiap insan manusia.
Tak sewajarnya rasa itu ada, dan hadir diantara persahabatan kita.

Rasa itu membuat kau pergi, dengan panas api yang membara.
Semoga kau mau untuk kembali ke sini, menerimaku kembali sebagai sahabatmu lagi.
Karena aku yakin bila kau kembali, persahabatan akan terasa lebih indah lagi.





Ayah

12 07 2009


Ayah itu…. Tidak cuma Ayah.
Ayah itu…. Ya teman ya kakak.
Ayah itu…. Bisa menyelsaikan sesuatu yang tidak bisa kita selsaikan.

Ayah itu….. Bijaksana dalam segala hal.
Ayah itu….. My hero ( pahlawan ).

Ayah itu…. Tegas, tapi bisa jadi teman.
Ayah itu….. Seseorang yang mampu berkomunikasi yang lancar dengan anak.

Ayah itu….. Seseorang yang mencintai serta bertanggung jawab bagi keluarganya.
Ayah itu….. Pelindung keluarga.

Ayah itu….. Pengayom keluarga, bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga.
Ayah itu….. Penuh cinta dan kasih sayang, perhatian dan setia.

Itulah seklumit komentar teman-teman dan sahabat- sahabat ku ketika aku tanyakan seperti apakah sosok ayah menurut pandangan mereka.

Kalau buat diriku sendiri ayah adalah : Dialah yang menjaga ku di dalam setiap langkah hidupku, Dialah yang mengajariku untuk menjadi yang terbaik dalam menjalani hidup, Dialah sebagai penopang hidup ku dan keluargaku, Dialah yang aku panggil saat aku mulai ke hilangan arah, Dialah pahlawan terhebatku, Dialah inspirasiku sebagai laki-laki, dari semua itu maka hanya semua kata-kata indah lah yang pantas di ucapakan untuknya.

Ayah terima kasih atas semua yang telah kau berikan untuk ku, maaf kan aku di saat aku membuat mu memberikan satu rasa kecewa terhadap diriku, do`a kan aku semoga kelak aku mampu menjadi ayah yang ter istimewa seperti dirimu. Amin…

Nah seperti apakah sosok ayah menurutmu? Aku yakin akan keluar kata-kata yang manis dari mulut kecilmu untuk seorang ayah, semoga…..