googleeb81cd21125f78ca.html

9 10 2018




google-site-verification:

9 10 2018

googleeb81cd21125f78ca.html





Tonton “Mencoba Callind (Indonesia Memanggil) Tandingan WhatsApp, Asli Buatan Gadis Kebumen Indonesia” di YouTube

23 01 2018





Tonton “Edit video benda melayang jadi berhenti dan hilang dengan android aplikasi (kine master)” di YouTube

21 01 2018





Tak Lagi Aktif Hingga Ada Yang Lupa

28 02 2014

Awal tahun 2014 aku mulai kembali menulis di blog ini, hasrat menulis yang kembali datang membuatku kembali bersamangat untuk menuangkan apa yang ada di kepala dan sekelolongku. Dengan kembalinya semangat menulis di blog aku pun mencoba kembali mengunjungi alamat – alamat yang tercantum di blogroll blog ini.

Setelah menengok blog sahabat – shabat bloger ku saya merasa sedikit sedih karena banyak blog yang terbengkalai seolah tak berpenghuni, meski masih ada yang sering apdet sih, tapi yang alamat blog yang ada di blogroll ku banyak juga yang udah lama blognya gak ada tulisan terbaru bahkan ada beberapa blog yang alamatnya sudah mati, entah memang mereka sudah ganti alamat baru atau memang bolgnya sudah di biarkan mati.

Tapi ada sebuah kejadian lucu, waktu saya mengunjungi salah satu blog sahabat yang kebetulan dia masih aktif menulis, setelah selang dua hari dia mengunjungi balik ke blog ini, dan dia pun meninggalkan jejak di kolom komentar sambil berucap ” salam kenal ” aiiiih…. Dalam hatipun aku bergumam ” kita dulu selalu mengunjungi blog masing – masing dan selalu saling menyapa. Terasa lucu, tapi memang mungkin karena begitu lama aku tak menjamah blog ini hingga sahabat – sahabat blog ku sudah lupa dengan blog polos ini.

Yang jelas saya ucapkan banyak terimakasih untuk sahabat yang masih bersedia mengunjungi blog yang polos ini, Insya Alloh saya akan berusaha terus untuk bisa menghadirkan tulisan – tulisan di dalam blog ini.
“Salam Semangat Ngeblog “





Senyum 2000

27 02 2014

Dua Ribu Rupiah, Uang jumlah ini memang seoalah sudah tak ada nilainya, paling mentok – mentok bakal buat bayar parkir, ketika kita meninggalkan motor atau mobil di tempat parkiran. Tapi sesungguhnya dengan uang Dua Ribu sebenarnya banyak tersimpan kebaikan di dalamnya, Dengan Dua Ribu Rupiah kita mampu mendapatkan tawa bahkan sampai mendapat do’a.

Gak percaya ? Baik sekarang kita buktikan atas apa yang pernah saya lakukan hingga saya mampu mendapat beberapa kebaikan dengan uang yang berjumlah Rp 2000, salah satu contoh baru saja tadi sore seperti biasa saya berkumpul dan bercanda dengan sepupu – sepupu saya yang masih kecil, waktu saya akan kembali pulang saya akan mengambil kunci motor di saku saya dan ternyata terselip selembar uang Dua Ribu, dengan reflek saya kasihkan uang itu ke sepupu saya sambil berucap ” nih buat beli jajan ” tak kusangka expresi bahagia yang kulihat di raut wajah sepupuku, sambil tertawa dia berucap ” makasih mas ” dan seketika ku bergumam dalam hati, kudapat kebahagiaan di sore ini.

Kisah lain di siang hari, terik panas membakar kulit dan aku tengah duduk di depan kontrakan kecil, tiba – tiba datang seorang nenek tua yang penuh guyuran keringat di sekujur tubuh, berjalan tertatih menandakan tubuh letih. Dia datang menghampiri dan menyapaku yang tengah termenung sendiri. ” Sugeng Siang Mas, ngapunten sederenge nek kulo ngganggu kulo teng mriki bade nyuwun sekedik rejekine panjenengan bilih wonten ” begitulah ucapan nenek itu yang kurang lebih artinya seperti ini ” Selamat siang mas, maaf sebelumnya kalau saya mengganggu saya kesini mau minta sediki rizkinya anda bila ada “. Dan secara sepontan karena ku melihat kesopanan dan wajah lelahnya maka saya ambilkan uang Rp 2000 yang ada di kantongku. Tak kusangka tak kuduga dia mengucapakan banyak do’a untuk di lontarkan untuku sambil menyalami kamipun terjongkok dengan penuh do’a. Entah berapa menit saya dalam posisi seperti itu, yang jelas dia mengucapkan banyak sekali do’a untuku, yang membuat saya heran. karena biasanya bila saya memberi kepada orang yang meminta – minta hanya ucapan terimakasih yang terlontar, misalkan mendo’akan juga hanya sekenanya. Tapi yang jelas waktu itu saya tersenyum bahagia karena mendapat begitu banyak do’a dengan selembar Rupiah Dua Ribu.





Kertas

12 02 2014

Selembar ketas putih
Hadir tak bernoda permukaannya.
Berhari, bulan, hingga tahun.
Terlihat sudah goresan pena.

Kadang tersusun kata yang rapi.
Kadang tak teratur penuh noda.
Lusuh, kucal, tak lagi putih.
Sebagai gambaran jiwa yang pedih.

Mungkinkah noda bisa terhapus?
Mungkin tidak jika pupus.
Saatnya lanjut ke lembar baru.
Tuk lanjutkan kebaikan di catatanku.